Ramadhan 2015, Di Negara Ini Matahari Tak Akan Terbenam

Ramadhan 2015, Di Negara Ini Matahari Tak Akan Terbenam - Asslamualaikum sahabat semuanya, alhamdulillah kita di pertemukan kembali dengan bulan ramadhan yang penuh berkah ini, sehingga kita masih bisa beribadah meminta Ridho dan ampunaNya. Seperti kita ketahui bahwa melaksanakan ibadah puasa adalah wajib bagi kita umat islam menahan lapar dan dahaga mulai dari terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari. Namun bagaimana dengan negar-negara yang mataharinya bahkan nyaris tidak tenggelam sama sekali?.

Sepertinya ibadah puasa tahun ini dipastikan akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama bagi umat Islam yang tinggal di Eropa dan Amerika serta Timur Tengah. Bulan Ramadan yang jatuh tepat di musim panas, membuat Muslim di beberapa negara harus berpuasa hingga lebih dari 16 jam. Bahkan di Swedia, Matahari tidak akan terbenam selama Ramadan. Dan lewat postingan ini saya akan meberikan informasi tersebut yang saya dapatkan dari berbagai sumber.

Seperti dilansir Independent.co.uk, di Kiruna, kota paling utara di Swedia, Matahari belum terbenam bulan ini, dan diperkirakan tidak akan tenggelam sampai bulan Agustus mendatang.Hal ini membuat Muslim Swedia berada di posisi yang sulit. Berpuasa selama rata-rata 14 jam saja bagi umat Islam yang berada di Asia tidak mudah, apalagi jika harus 24 jam selama sebulan penuh. (Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan Seluruh Indonesia).

Di Negara Ini Matahari Tak Akan Terbenam
Idris Abdulwhab, Muslim Swedia, menunjukkan bagaimana Matahari masih bersinar meski sudah hampir pukul 12 tengah malam. Foto: Al Jazeera
Mohammed Kharaki, juru bicara Asosiasi Islam Swedia, mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan panduan bagi umat Muslim di sana tentang waktu berpuasa pada Ramadhan tahun ini. Muslim hanya harus berpuasa di antara dua waktu terakhir kali matahari dapat terlihat dengan jelas saat terbit dan tenggelam. Meskipun demikian, Muslim di Swedia kemungkinan harus menjalankan ibadah puasa paling singkat selama 19 jam.(Baca Juga: Khasiat Surah Yassin).

Namun, Kharaki juga menyarankan umat Islam Swedia agar tidak terlalu ketat dengan aturan waktu siang hari. Berbicara kepada AFP, ia mengatakan, "Masyarakat dapat mencoba untuk berpuasa selama 19 jam ... Jika Anda tidak sanggup melakukan pekerjaan Anda atau bahkan kesulitan berdiri, maka saat itulah waktu berbuka." Namun, tak peduli seberapa sulit Ramadan tahun ini bagi mereka, Muslim di Eropa tetap bertekad untuk menjalankannya.

Sumber: RimaNews

Tidak ada komentar